Analisa Harian

cek analisa harian tentang forex yang di update setiap hari

Analisa Mingguan

cek analisa untuk 1 minggu kedepan

Analisa Bulanan

cek analisa selama 1 bulan sebagai acuan anda

Berita Forex

dapatkan berita forex terkini dengan sumber yang dipercaya

Tampilkan postingan dengan label JPY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JPY. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2013

EX Pejabat BOJ: Kebijakan Kuroda Tidak Cukup Sukses Di Tahun Depan

SUMBER BERITA: MONEXNEWS.COM
Monexnews -
Yen akan reli ke level 100 per dollar pada semester pertama tahun depan karena Bank of Japan tidak akan mampu untuk mengulangi perluasan pelonggaran moneter yang cukup sukses pada tahun ini, kata salah seorang mantan pejabat bank sentral.
Kebijakan yang di namakan Kuroda Shock di bulan April yang sukses keluarkan yen dari penurunan terbesar sejak Oktober 2008 dan mendorong yield bertenor 10 tahun ke rekor terendah setelah gubernur BOJ Haruhiko Kuroda berjanji untuk melipatgandakan basis moneter untuk mencapai target inflasi 2 persen. Bank sentral tidak akan mampu untuk membuat kejutan serupa pada pasar di tahun depan, kata Tohru Sasaki, yang bekerja di bank sentral dari tahun 1992 sampai 2003 dan saat ini bekerja sebagai kepala analis mata uang di JP Morgan yang berbasis di Tokyo.
“Lain kali BOJ tidak dapat mengalahkan ekspektasi pasar,” dia mengatakan dalam sebuah wawancara pada tanggal 5 Desember.”Pemerintah sudah bertidak cukup banyak.”
Kuroda akan naikan total pembelian utang sebesar 10 triliun yen ($97 milyar) untuk 12 bulan kedepan yang berakhir 31 Maret 2015, dari laju saat ini yang sebesar $7 triliun yen perbulan, pada pertemuan BOJ 30 April. Menurut prediksi JP Morgan. Dia akan lipatgandakan pembelian investasi yang di perdagangkan di bursa menjadi 2 triliun yen pertahun, kata JP Morgan. Sembilan belas ekonom dalam survey Bloomberg di bulan Oktober mengatakan bahwa BOJ akan menambahkan stimulus di kuartal kedua tahun depan, dengan tujuh orang sisanya mengatakan mereka akan mengurangi dalam periode Juli – September.
Yen akan mencapai level terendah di 104 per dollar sebelum pertemuan BOJ di bulan April, setelah investor di kecewakan oleh ruang lingkup dari pengumuman kebijakan Kuroda yang mungkin akan membeli kembali mata uang Jepang, ujar Sasaki.

Minggu, 08 Desember 2013

Ekonomi Jepang di Q3 Tumbuh Lebih Lambat dari Ekspektasi

SUMBER BERITA: VIBIZNEWS.COM
Pagi ini telah dirilis sebuah data penting dari Jepang (09/12). Pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal ketiga lalu berada di level 0.3 persen (q/q). Angka pertumbuhan kuartalan ini direvisi turun dibandingkan dengan data awal (preliminary) yang berada di level 0.5 persen.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi juga lebih lambat dibandingkan dengan data preliminary. Pertumbuhan ekonomi di kuartal Juli-September lalu mengalami perlambatan ke level 1.1 persen. Pertumbuhan ini berada di bawah rilis data preliminary yang sebelumnya pada level 1.9 persen.
Data terpisah menunjukkan bahwa transaksi berjalan di kuartal ketiga juga masih mengalami defisit, tidak sesuai dengan harapan yang mengharapkan terjadinya surplus. Tercatat defisit transaksi berjalan mencapai 0.06 triliun yen, mengecil dibandingkan surplus di kuartal kedua yang berada di level 0.13 triliun yen. Akan tetapi estimasi mengharapkan terjadinya surplus sebesar 0.12 triliun yen.
Data ekonomi yang dirilis dari Jepang hari ini cenderung mengecewakan bagi para pelaku pasar. Akan tetapi melemahnya yen menjadi faktor yang mendukung sentiment. Para investor tampaknya masih percaya bahwa dengan melemahnya yen, pertumbuhan ekonomi di tahun 2014 mendatang masih berpotensi untuk cerah.
Minggu lalu pemerintah Jepang telah menyetujui paket stimulus tambahan senilai 18.6 triliun yen atau 182 miliar dollar untuk menjadi penopang ekonomi dari kemungkinan dampak negatif kenaikan pajak yang rencananya akan diaktifkan bulan April tahun depan.
(ia/JA/vbn)