Minggu, 08 Desember 2013

Aussie Terkatrol Ekspor China, Fokus Data Ketenagakerjaan

SUMBER BERITA: Seputarforex.com
Kisi-kisi:
- Dolar Australia menguat setelah ekspor China dilaporkan naik
- CPI China dilaporkan pada posisi 3.0% tahunan, ekspektasi 3.1%, dan CPI Oktober 3.2%
- Dolar Australia terkonsolidasi akibat para investor yang tengah fokus pada outlook RBA


AUD/USD ter-gap lebih tinggi di awal pekan trading hari ini Senin (09/12) sehubungan dengan perdagangan China yang pada pekan kemarin dilaporkan lebih baik daripada ekspektasi. Ekpsor China tumbuh sebanyak 12.7% tahun ke tahun pada bulan November, melangkahi prediksi yang menyebutkan peningkatan sebanyak 7.0%, sekaligus merupakan perolehan yang lebih daripada bulan Oktober yang mencapai 5.6%. Terkatrolnya penjualan mancanegara yang dicatat oleh China tersebut memberikan pertanda bahwa kesehatan ekonomi Negeri tirai Bambu masih baik-baik saja secara keseluruhan dan melandasi ekpektasi bahwa permintaan bahan baku cukup baik, yang mana Australia adalah pemasok utamanya. Hal tersebut menjadi bantuan tersendiri untuk mengangkat prospek pertumbuhan ekonomi Australia dan batasan bagi pemotongan suku bunga oleh RBA, sehingga Aussie pun terdongkrak.


AUD
Namun kemudian, Aussie pun melemah lagi di tengah aksi profit-taking menyusul kenaikan yang terjadi di pembukaan awal. Sebagian besar harga pun telah dapat disesuaikan setelah serangkaian angka-angka inflasi China yang tercatat melemah. Tingkat CPI China tahun ke tahun atau y/y, dilaporkan menurun ke 3.0% pada bulan November dari 3.2%, atau sedikit lebih rendah daripada prediksi yang menyebutkan kenaikan sebanyak 3.1%. Hasil tersebut melemahkan isu pengetatan kebijakan moneter China -yang akan berpengaruh luas pada Aussie- yang sedianya akan dilakukan dalam waktu dekat, namun reaksi tunggal yang muncul nampaknya tak akan terwujud karena para trader telah mencerna kenaikan gap yang telah terjadi secara signifikan pada saat pembukaan.

AUD/USD diperdagangkan pada 0.9108 atau naik tipis sebanyak 0.04% pada awal sesi Asia pagi tadi setelah survei iklan lapangan pekerjaan dari Bank ANZ pada bulan November tercatat menurun 0.8% bulan ke bula, yang menandai adanya stabilisasi. ANZ melaporkan bahwa data tenaga kerja pada bulan November pada hari Kamis nanti akan diawasi secara ketat sebagai sinyal akan pertumbuhan lapangan kerja. 

Dengan demikian, Penjualan retail China dan data tenaga kerja Australia akan menjadi sorotan utama dalam pekan ini. Pertimbangan sentimen risiko masih tampak signifikan di tengah spekulasi waktu pelaksanaan pengurangan pembelian stimulus yang akan dilakukan oleh The Fed. Selain itu, tingkat PPI AS dan data penjualan retail dijadwalkan akan rilis seiring dengan komentar dari pejabat-pejabat penting The Fed.

0 komentar:

Posting Komentar