SUMBER BERITA:
VIBIZNEWS.COM
Pagi ini telah dirilis sebuah data
penting dari Jepang (09/12). Pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal
ketiga lalu berada di level 0.3 persen (q/q). Angka pertumbuhan
kuartalan ini direvisi turun dibandingkan dengan data awal (preliminary)
yang berada di level 0.5 persen.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi juga
lebih lambat dibandingkan dengan data preliminary. Pertumbuhan ekonomi
di kuartal Juli-September lalu mengalami perlambatan ke level 1.1
persen. Pertumbuhan ini berada di bawah rilis data preliminary yang
sebelumnya pada level 1.9 persen.
Data terpisah menunjukkan bahwa transaksi
berjalan di kuartal ketiga juga masih mengalami defisit, tidak sesuai
dengan harapan yang mengharapkan terjadinya surplus. Tercatat defisit
transaksi berjalan mencapai 0.06 triliun yen, mengecil dibandingkan
surplus di kuartal kedua yang berada di level 0.13 triliun yen. Akan
tetapi estimasi mengharapkan terjadinya surplus sebesar 0.12 triliun
yen.
Data ekonomi yang dirilis dari Jepang
hari ini cenderung mengecewakan bagi para pelaku pasar. Akan tetapi
melemahnya yen menjadi faktor yang mendukung sentiment. Para investor
tampaknya masih percaya bahwa dengan melemahnya yen, pertumbuhan ekonomi
di tahun 2014 mendatang masih berpotensi untuk cerah.
Minggu lalu pemerintah Jepang telah
menyetujui paket stimulus tambahan senilai 18.6 triliun yen atau 182
miliar dollar untuk menjadi penopang ekonomi dari kemungkinan dampak
negatif kenaikan pajak yang rencananya akan diaktifkan bulan April tahun
depan.
(ia/JA/vbn)


0 komentar:
Posting Komentar