SUMBER BERITA:
MONEXNEWS.COM
Monexnews - Inflasi China pada bulan
November lebih lambat dari estimasi sebelumnya. Inflasi tumbuh sebesar
3% dari tahun sebelumnya, sedikit dibawah perkiraan para ekonom sebesar
3,1%, dan inflasi bulan oktober sebesar 3,2%. Sementara indeks harga
produsen turun 1,4% dibandingkan dengan perkiraan penurunan sebesar
1,5%.
Premier PBOC, Li Keqiang, berusaha untuk
menjaga target pertumbuhan inflasi sebesar 3,5% untuk tahun 2013 seiring
pemerintah China mulai menerapkan reformasi kebijakan ekonomi secara
luas. Data lain pada hari minggu menunjukkan China mencatat surplus
terbesar dalam hampir lima tahun terakhir, akibat melonjaknya ekspor dan
peningkatan impor yang moderat. Surplus pada bulan November sebesar
$33,8 juta, merupakan yang terbesar sejak januari 2009.
“Angka inflasi yang sedkit lebih rendah
dari perkiraan, ditambah dengan data perdagangan yang kita dapat pada
akhir pekan lalu, merupakan sesuatu yang positif untuk pertumbuhan China
dalam jangka panjang dan akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk
melakukan pelonggaram” kata Andrew Sullivan, ahli strategi di Kim Eng
Securities. (pap)


0 komentar:
Posting Komentar